Berminat Kuliah di Jurusan DKV? Harus Siap dengan Resiko Ini!

Jurusan DKVAda banyak jurusan kuliah yang sekarang ini bisa dipilih untuk kecerahan masa depan, salah satunya DKV (Desain Komunikasi Visual). Jurusan kuliah DKV lebih mengacu pada penggambaran suatu objek untuk menghasilkan kreativitas yang bagus di mana di dalamnya berisi pesan atau ajakan. Mengingat jurusan ini lebih melek teknologi sehingga tak heran bila orang-orang tertarik menekuninya, apakah Anda juga demikian? Apabila iya, tahukah Anda ada beberapa resiko yang nantinya bakal dialami bila mengambil jurusan ini? Simak selengkapnya pada uraian berikut:

Menggambar bukanlah hal gampang

Sekolah tinggi jurusan desain komunikasi visual memang sebagian besar kegiatannya adalah menggambar untuk menciptakan karya-karya yang berkualitas. Dalam hal ini, menggambar tidak cukup bila hanya 1 lokasi, misalnya pasar tetapi juga terdiri dari beberapa tempat, seperti kebun binatang, kota yang modern, pulau, dan lain sebagainya. Kegiatan seperti ini tentunya dapat menguras tenaga dan juga otak, bahkan banyak mahasiswa DKV yang harus merelakan waktu istirahatnya untuk begadang karena mengerjakan tugas kuliah tersebut.

Untuk itu, jika Anda ingin menekuni bidang ini pastikan bukan hanya sekedar ikut teman atau juga tidak ingin gaptek, tetapi sembari menyalurkan hobi dalam menggambar. Sebab, tanpa dilandasi dengan hobi, proses menggambar hanya akan membuat Anda kesal, terlebih bila tugas kuliah bukan hanya terdiri dari 1 mata kuliah tapi dari semua mata kuliah yang ada.

Biaya kuliah bisa membludak di tengah jalan

Mengingat kegiatan yang dilakukan mahasiswa DKV adalah keseringan menggambar, maka tak heran bila biaya kuliah tersebut juga bisa membludak di tengah jalan. Misalnya menggambar secara manual, mereka membutuhkan berbagai peralatan seperti buku gambar, pensil, penghapus, penggaris, jangka, cat air, pensil warna, tinta Cina, dan lain-lain yang bahkan bianya bisa di luar batas perkiraan. Sementara bila menggambar secara digital, tentu harus memiliki komputer yang aksesnya bagus dan juga kamera untuk mata kuliah fotografi yang harganya bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta rupiah.

Masa depan dipandang sebelah mata

Profesi sebagai seorang desain grafis tergolong sebagai profesi yang belum menjanjikan karena penghasilan yang pada umumnya diperoleh tidak menentu terutama bagi mereka yang menjadi seorang pekerja lepas. Padahal, kegunaan jasa seorang desain grafis sangat penting untuk memajukan sebuah usaha meski sistem bekerjanya di balik layar (tidak terlihat). Begitu juga bila menjadi seorang fotografer (karena keterampilan ini juga mencakup mata kuliah fotografer), umumnya harus mencari klien supaya dapat memperoleh penghasilan. Hal seperti inilah yang membuat orang-orang memandang profesi tersebut sebelah mata sehingga harus siap bila diremehkan oleh orang-orang sekitar.

Jika minat Anda sudah bulat untuk menekuni profesi sebagai desain grafis, artinya Anda sudah siap menghadapi berbagai tantangan seperti di atas. Perlu diingat bahwa, profesi sebagai desain grafis memang termasuk dalam salah satu pekerjaan yang tahu akan perkembangan teknologi. Akan tetapi juga harus dilandasi dengan keahlian dan kemauan yang kuat supaya bisa menjadi seorang desainer yang sukses nantinya. Sekedar saran, hasil kreativitas dari awal sampai akhir dapat Anda simpan sebagai motivasi dalam berkarya. Hal ini bisa menjadi gambaran tentang bagaimana perkembangan Anda dalam bertekun di bidang desain grafis.

Posted in Kuliah | Tagged , | Leave a comment

Yang Harus Dipertimbangkan sebelum Memilih Sekolah Fashion Design

Sekolah Fashion Design

Sekolah fashion design merupakan sekolah yang berkaitan dengan desain busana. Dengan banyaknya sekolah fashion design menjadi salah satu bukti bahwa sekolah fashion banyak peminatnya. Di Indonesia tepatnya di Jakarta telah ada beberapa sekolah fashion yang berdiri, seperti  Esmod, Sekolah Mode Busana Budiharjo, Bungka, dll. Adanya sekolah fashion design dapat menyalurkan hobi atau minat seseorang yang memiliki bakat fashion. Hal ini dikarenakan untuk dapat mendesain busana tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Oleh karena itu, ketelitian, keterampilan, dan ilmu sangat penting dimiliki oleh seorang desainer nantinya. Untuk mendapatkan ilmu fashion, setidaknya Anda harus masuk sekolah fashion design terlebih dahulu. Namun, sebelum memilih sekolah fashion design, berikut ini yang harus Anda pertimbangkan:

Reputasi sekolah

Reputasi sekolah patut untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih sekolah fashion design. Dengan mendapatkan sekolah dengan reputasi yang bagus, bisa membuat Anda lebih semangat untuk menimbah ilmu. Untuk mengetahui reputasi sekolah fashion design baik atau tidak, Anda dapat melihat apakah sekolah itu pernah mengikuti perlombaan dengan mendapatkan penghargaan atau tidak. Jika siswa yang ada pernah mengikuti perlombaan dan pernah menang, maka sekolah ini tentunya memiliki reputasi yang baik. Reputasi dapat mempengaruhi Anda. Oleh karena itu, gali sebanyak mungkin informasi mengenai reputasi dari sekolah fashion design yang akan Anda pilih.

Biaya

Masuk sekolah fashion design bukan hal yang murah karena membutuhkan biaya yang cukup banyak, karena sekolah ini memerlukan praktek. Oleh karenanya, Anda harus mempertimbangkan masalah ini dengan baik. Anda harus menyesuaikan biaya yang dimiliki dengan sekolah fashion design yang akan dituju. Anda tidak harus mencari sekolah fashion design yang mahal. Biaya mahal belum tentu menjamin bahwa pendidikan yang diberikan baik. Lakukan pengecekan pada alumni yang telah lulus. Jika banyak para alumni yang lulus dengan baik, maka sekolah itu merupakan sekolah yang baik dan patut untuk dipilih. Masalah biaya harus Anda pertimbangkan dengan baik, sayang bukan jika sudah masuk sekolah fashion design membuat Anda harus terhenti karena faktor biaya.

Tenaga pengajar

Pertimbangan selanjutnya sebelum memilih sekolah fashion design adalah tentang tenaga pengajar. Tenaga pengajar sangat penting karena disinilah Anda akan mendapatkan ilmu mengenai fashion. Ketahui terlebih dahulu ada berapa jumlah tenaga pengajar di sekolah tersebut. Jika tenaga pengajar yang ada kurang banyak dan juga kurang profesional, ini akan mempengaruhi Anda. Selain itu, jumlah siswa yang ada di sekolah itu ada berapa. Jumlah siswa yang banyak dan tenaga pengajar yang kurang, tentunya Anda tidak akan mendapatkan ilmu yang maksimal.

Fasilitas

Masuk sekolah fashion design, fasilitas sangat penting untuk membantu proses belajar. Begitu juga, ketika di sekolah fashion design fasilitas sangat diperlukan bagi siswa untuk melakukan praktek. Hal ini dikarenakan sebagai seorang siswa dengan mengambil sekolah fashion design harus menerapkan ilmu yang didapat dengan cara mempraktekkannya membuat busana. Oleh karenanya, fasilitas seperti, ruang, leptop dapat juga menjadi fasilita yang dapat membantu siswa. Selain itu, Anda harus mengetahui juga selain fasilitas dalam bentuk ruangan, apakah di sekolah itu menyediakan mesin jahit dan lain sebagainya. Jika fasilita yang tersedia lengkap, membuat Anda lebih mudah untuk menyelesaikan sekolah.

Demikianlah beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan dalam memilih sekolah fashion design. Jika Anda telah masuk sekolah fashion design, tapi merasa kurang dengan ilmu yang didapatkan, maka Anda dapat mengikuti kursus atau browsing dari internet untuk mendapatkan informasi mengenai fashion.

Posted in Pendidikan | Tagged , , , | Leave a comment

Kuliah ke Luar Negeri dengan Hemat Biaya, Bisakah?

Kuliah ke Luar Negeri dengan Hemat BiayaKuliah ke luar negeri, mengapa tidak? Setiap orang memiliki hak untuk bisa mengenyam pendidikan ke luar negeri. Fasilitas belajar yang modern, kurikulum yang berbasis internasional, & pengajar yang telah terlatih merupakan kriteria universitas di luar negeri sehingga menjadikan kamu sebagai lulusan yang berkualitas & berdaya saing. Ijazah dari universitas terkemuka di luar negeri membuat kamu mudah diterima bekerja. Pengetahuan yang telah didapatkan selama kuliah pun bisa kamu terapkan untuk menjadi job maker. Bukankah kuliah ke luar negeri butuh dana yang relatif mahal? Biaya bukanlah penghambat untuk bisa kuliah ke luar negeri. Ada beragam cara untuk hemat biaya ke luar negeri. Bagaimana?

Pilih negara dengan biaya hidup rendah

Ada banyak negara yang bisa dijadikan sebagai negara tujuan kuliah di antaranya Amerika, Australia, Malaysia, Singapura, dan lainnya. Kendatipun demikian, tidak semua negara patut dipilih sebagai negara tujuan kuliah utamanya jika punya dana terbatas. Sangat dianjurkan memilih negara dengan biaya hidup yang rendah. Mengapa? Pertama, terkadang biaya hidup yang harus dikeluarkan saat di luar negeri lebih tinggi dibanding biaya pendidikannya. Kedua, biaya hidup di suatu negara terkadang mempengaruhi biaya pendidikannya (meski kualitas universitas juga menjadi penentu besar kecilnya  biaya pendidikan). Negara mana saja yang memiliki biaya hidup rendah? Malaysia, salah satu negara dengan biaya hidup rendah karena 1 Ringgit Malaysia setara dengan 3.339 Rupiah Indonesia. Untuk per bulan biaya hidup lebih kurang 1,200 Ringgit Malaysia.

Cari beasiswa kuliah     

Dana minim bukan halangan untuk kuliah ke luar negeri karena tak sedikit beasiswa yang diberikan baik universitas maupun pemerintah luar negeri. Hanya saja, tidak semua orang bisa mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri. Hanya mereka yang memenuhi syarat dan lolos tes bisa mendapatkan beasiswa ini. Apa saja syarat-syaratnya? Nilai akademik yang bagus, prestasi non akademik yang membanggakan, punya nilai TOEFL/IELTS yang oke, dan masih banyak lagi. Tes yang diajukan biasanya tes tertulis dan wawancara. Berikut beberapa beasiswa berdasarkan negara tujuan kuliah:

  • Inggris: Erasmus Mundus, Chevening Scholarships, dsb
  • Amerika: Fulbright, Humphrey Fellowships, dsb
  • Australia: Australian Awards, Endeavour Scholarships and Fellowships, dsb
  • Singapura: APEC Scholarship, ASEAN Graduate Scholarship, dsb

Ikuti pathway program

Cara lainnya untuk bisa kuliah ke luar negeri dengan hemat biaya adalah dengan mengikuti pathway program. Apa itu pathway program? Pathway program merupakan program pendidikan di mana pelajar dapat memilih berapa lama kuliah ke luar negeri sesuai dengan budget. Program pendidikannya di antaranya 1+2, 1,5+1,5, 2+1, dan lain sebagainya. Maksudnya, 1+2 yakni 1 tahun kuliah di Indonesia dan 2 tahun di luar neger, begitu pula untuk program 1,5+1,5, 2+1, dan lain sebagainya. Menyenangkan bukan? Program ini ada karena universitas di Indonesia telah bekerjasama dengan universitas di luar negeri. Raffles College, salah satu lembaga pendidikan yang menawarkan pathway program.

Jalani pekerjaan paruh waktu

Menjalani pekerjaan paruh waktu, salah satu upaya yang bisa dilakukan agar biaya kuliah di luar negeri menjadi lebih hemat. Pemerintahan luar negeri justru sangat menganjurkan pelajar internasional yang ingin menjalani pekerjaan paruh waktu sebagai cara untuk membiayai kuliah. Beberapa pekerjaan paruh waktu yang bisa dipilih: pelayan restoran, penjaga toko buku, penulis lepas, guru les, dan lain sebagainya. Hanya saja, kamu harus cerdas dalam membagi waktu. Jangan sampai terlalu fokus dengan pekerjaan paruh waktu hingga tugas kuliah terbengkalai. Tips lainnya adalah pilih pekerjaan paruh waktu yang sesuai passion agar lebih enjoy dalam menjalankannya. Bisa juga berdasarkan jurusan kuliah sekaligus cari pengalaman.

Posted in Kuliah Luar Negeri, Pendidikan | Tagged , | Leave a comment